Mental Baja dari Lapangan Voli

Kejutan besar terjadi di GOR Tri Dharma Gresik. Tim voli putra Indonesia berhasil menembus semifinal kejuaraan Asia. Yang lebih luar biasa lagi mereka berhasil mengalahkan mantan juara Asia yaitu Iran. Dianggap sebagai tim terlemah yang berpartisipasi dalam kejuaraan Voli Asia ke-19 ini tim voli kita berhasil mengubah prediksi pengamat dengan lolos ke semifinal.

Sempat tertinggal 2-0 di dua set pertama mereka berhasil membalik keadaan dengan mengambil tiga set berikutnya untuk memastikan lolos ke semefinal menghadapi Jepang. Sehari sebelumnya tim kita sudah kalah tiga set langsung oleh Jepang. Namun, di semifinal nanti kondisi jelas berubah karena kedua tim sudah saling tahu kelemahan masing masing.

Apa yang dilakukan oleh tim voli putra kita ini adalah pencapaian yang pertama selama mengikuti kejuaraan Asia bola voli ini. dan ini adalah sejarah baru yang ditorehkan agung Seganti Dkk. Dilatih oleh mantan spiker  legendaris di era Loudry Maspaitela yang dulu sempat merajai Asia Tenggara, Syamsul Jais, pemain pemain kita seolah mempunyai mental juara dan tenaga yang tiada habis habisnya.

Sebelum lolos perempat final tim kita juga sempat berbuat hal yang sama dengan mengalahkan tim voli jazirah Arab lainnya yaitu Qatar dengan skor sama 3-2. dan prosesnya pun sama yaitu dengan tertinggal lebih dulu di dua set pertama sebelum membalik keadaan dengan menyapu bersih tiga set berikutnya.

Meski kalah postur dengan tim tim lain, terbukti bahwa voli adalah permainan tim yang mengandalkan kekompakan untuk menghasilkan kemenangan. Smesh adalah kelaziman dalam voli tapi tim yang mempunyai pertahanan kuat terbukti sering mengungguli tim tim dengan smesh terbaik.

Dengan kemampuan merata yang dimiliki Agung, Rivan, Sigit dan Machfud ditambah ketrampilan setter Dio Zulfikri yang mampu melakukan blok dari smesh lawan tim kita bisa dikatakan komplit. Dan tentunya mental yang kuat telah mereka miliki ini terbukti dua kali menang setelah sebelumya tertinggal 2-0 adalah salah satu point penting dalam sebuah pertandingan.  

Semoga malam nanti momen itu tetap terjaga dan kita bisa membalas kekalahan dari jepang di pertemuan sebelumnya, siapa tahu?

Iklan

Tip Mengonsumsi Informasi yang Reliabel di Tengah Kepungan Hoax

Kemudahan akses informasi saat ini membuat gaduh dunia virtual. Internet memungkinkan kita saling mengetahui kondisi satu sam lain dengan adanya jejaring sosial. Tak jarang copy paste sebuah berita yang menghebohkan, bahkan disaat belum bisa dipastikan kebenarannya, saat itu juga menjadi viral yang kadang kadang bahkan hanya fitnah semata.

Sebagai pengguna informasi, kita dituntut untuk selalu teliti dalam mengkonsumsi informasi tersebut. Ketelitian ini agar kita tidak menjadi bagian dari orang orang yang berbagi omong kosong belaka. Jangan sampai kita termasuk penyebar informasi yang salah bahkan membahayakan orang yang mengkonsumsi informasi yang kita bagi tersebut.

Untuk meminimalkan tersebarnya desas desus yang kadang hanya informasi bohong belaka akibat kesalahan kita dalam mengkonsumsi berita ada beberapa tip and trik yang hendak penulis sampaikan agar kita memperoleh informasi yang reliabel atau dapat dipercaya.

Berikut ini beberapa trik untuk memperoleh informasi  dari internet yang dapat dipercaya:

  1. Selalu mencari informasi dari sumber yang resmi, misalnya tentang data kependudukan carilah di website pemerintah yang menangani kependudukan atau bisa juga mengakses dari situsnya Badan Pusat Statistik.
  2. Informasi yang berhubungan dengan publik figur/artis maka carilah situs resmi pribadi artis tersebut atau dari situs berita infotainment yang kredibel dan mempunyai iklan banyak. Situs yang mempunyai iklan banyak dijamin valid dan kredibel sehingga dipercaya dunia usaha dan dijamin informasi bukan sembarangan.
  3. Bila kita hanya memanfaatkan media online untuk mengakses berita maka carilah media online yang mempunyai versi cetak sekaligus. ( pengecualian untuk detik.com adalah situs yang khusus online dan sudah kredibel )
  4. Biasanya situs yang mengkhususkan pada media online mempunyai daftar penulis yang menjadi kontributornya. lihatlah kredibilitas penulis informasi tersebut apakah ia memang orang yang ahli di bidangnya ketika ia mengulas suatu tema.
  5. yang terakhir jangan hanya berhenti di satu sumber informasi karena informasi yang update dan penting biasanya diliput di semua media, hanya sudut pandangnya saja yang berbeda.

Semoga dengan mengikuti lima tip yang saya berikan kita  lebih bisa memilah dan memilih berita yang reliabel bukan hanya pengonsumsi hoax yang akhirnya hanya menebar fitnah tanpa kita sadari. Salam Literasi. 

Merajut Kebersamaan dengan Buka Bersama Ala Wong Ciran

Nanjak ambengSore itu ada yang lain di sepanjang Jalan Pondok di Desa Paciran,  Lamongan,  Jawa Timur.  Masyarakat ramai berkumpul mengitari nasi dalam talam yang lazim disebut Ambeng.  

Nanjak ambeng atau makan bersama dalam satu talam sebuah tradisi yang sudah mendarah daging bagi warga Desa Paciran atau Wong Ciran. Mereka berkumpul bersama sama membuat lingkaran lingkaran kecil mengelilingi nasi dalam talam tersebut

Inilah ngabuburit tahunan ala wong Ciran yang sangat penuh dengan nuansa kebersamaan dan kesetaraan.  Pak Kades,  Kyai,  Guru bahkan ada salah satu anggota DPRD yakni Khusnul Aqib yang membaur bersama masyarakat untuk bersama sama nanjak ambeng tersebut. 

Menurut Umar Fadloli ketua panitia Nanjak Ambeng Bareng ini,  acara ini rutin dilakukan untuk menciptakan kebersamaan antar warga juga untuk mendekatkan pimpinan dengan masyarakatnya. 

Tanpa ada sekat jabatan dan status mereka membaur bersama warga untuk makan bersama dalam satu wadah yang sama pula. 

Rabu sore 21/6/17 sebanyak 250 talam ambeng ludes diserbu warga setelah sebelumnya mendengarkan tausiyah menjelang maghrib bersama khusnul Aqib.  Terasa sore ini kesetaraan begitu jelas terlihat di Jalan Pondok Desa Paciran.  Amin. 

Ngabuburit Meneladani Jejak Yi Man

Yi Man

Ketika sebuah komunitas Alumni sebuah Pondok Pesantren beraktivitas membuat sebuah event, maka yang dilakukan tentunya akan tidak jauh dari apa yang pernah dilakukan oleh Kyainya. Komunitas Al Bisos dari Pondok Pesantren ( Ponpes) Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur ini salah satunya. Mereka menggelar acara buka bersama dengan cara mengundang anak anak yatim dari Panti asuhan Yatim Ponpes Karangasem.

 

 

 

Hari Minggu 18/6/17 kemarin Al Bisos  mengajak seluruh mantan Ust di ponpes Karangasem untuk bersama berbagi keceriaan bersama anak anak yatim di Desa Karang wungu tepatnya di kediaman Gus Huda salah satu anggota Al Bisos yang sukses sebagai Ustadz sekaligus seorang direktur perusahaan yaitu PT. Kawung.

Sore itu mereka bersama sama mengikuti dan menyimak tausiyah dari mantan Ust mereka semasa sekolah Bapak Yazid, M.Pd., yang banyak berkisah tentang sosok Yi Man Pendiri Ponpes Karangasem Paciran Lamongan ini.

Dikisahkan oleh Ust Yazid bagaimana keseharian KH Abdurrahman Syamsuri atau yang akrab disapa Yi man yang sederhana dan zuhud. Pernah suatu ketika Ust. Yazid diajak bersama sama Yi Man untuk berkunjung ke sebuah daerah terkena bencana, tepatnya di Banyuwangi ketika terjadi tsunami. Yi Man yang berperilaku sederhana mengagetkan orang orang yang sedang mengaji di sebuah masjid karena dengan potongan sederhana seperti orang biasa ternyata beliau mengaji tanpa membuka al quran.

Yi Man, yang semasa hidupnya menjadi langganan juri MTQ Nasional memang tidak pernah berjubah seperti Kyai Kyai zaman sekarang. Beliau seringkali berpakaian sederhana seperti orang biasa dan itu yang membuat beliau dekat dengan masyarakat. Bahkan karena terlalu sederhananya seringkali wali santri ketika berkunjung ke Ponpes Karangasem tidak tahu mana kyai pengasuhnya bila tidak disapa oleh Yi man.

Semua yang hadir sore itu seolah merasakan kembali sosok Yi man melalui cerita Ust Yazid. Kezuhudan Yi man memang telah menginspirasi Al Bisos untuk lebih bisa berbagi dan beramal tanpa menghitung hitung untung dan rugi. Anis Azhar ketua Al Bisos pun mengiyakan bahwa apa yang dilakukan oleh kelompoknya selama ini belumlah sebanding dengan apa yang pernah diperjuangkan oleh Yi man semasa hidupnya.

 

Dan acara ngabuburit pun menjadi lebih mengasikkan disamping memperkaya nurani karena  dihibur juga oleh sajian musik religi Kyai Kawung pimpinan Gus Huda.     

Di Tengah Kepalsuan, Berprasangka Baiklah Agar Tenang

Kepercayaan adalah sebuah barang mahal. Tidak mudah mendapat percaya dari seseorang apalagi di zaman yang penuh hoax sekarang ini. Ketika sebuah informasi menjadi penuh keraguan di manakah kita akan mencari kepastian. Ketika saluran resmi pun sudah dicurigai lantas kepada siapa lagi kita akan berpaling.

Akhir akhir ini sebuah berita heboh seorang Habieb Rizieq yang ditengarai melakukan Sex Chat denganseorang janda bernama Firza Husein. Sorang politikus senior, Amien Rais, yang terkenal sebagai bapak Reformasi yang menyuarakan Anti KKN tertuduh melakukan korupsi. Kita semua terhenyak dengan kabar kabar itu.

Di dunia tidak ada yang tidak mungkin, namun kebingungan para pengonsumsi berita jelas terjadi dengan kabar kabar tersebut. Bagi pihak yang berada di sisi Habieb Rizieq dan Amien Rais akan bertanya tanya mungkinkah kedua tokoh tersebut melakukan sesuatu yang selama ini mereka lawan dan tentang.

Kita hanya bisa menunggu, karena biar bagaimanapun, kita hanya pengonsumsi berita atau informasi yang begitu mudah dikonsumsi karena kemudahan sarana atau media informasi.

Ada dua kebenaran dari pihak yang dituduh dan yang menuduh. Mari kita menyikapi kabar kabar ini dengan jeli karena kita adalah negara demokrasi yang menganut bahwa hukum adalah di atas segalanya dan semua pihak berkedudukan sama di muka hukum.

Mari kita percayai bahwa negara ini tidak semua dikendalikan orang buruk karena andaikata kita percayai bahwa semua pengendali negara ini bermental buruk tentunya negeri kita sudah ambruk. Hukum tetaplah kita percaya sebagai pengadil yang meski banyak dihuni para oportunis duniawi ada sedikit mungkin orang baik yang masih bisa memberi warna akan kebaikan.

Mari kita pasrahkan bahwa keadilan dunia yang mungkin tidak bisa kita raih lantaran hukum yang penuh kepentingan masih ada pengadilan tuhan yang lebih Adil dan Maha memberi keadilan.

Mari dengan rasa rendah hati, mumpung bulan Ramadhan, berdoa dan selalu berkhusnuzon agar apa yang kita sangka baik betul betul terjadi menjadi sebuah kebaikan. Hilangkan prasangka buruk di bulan yang penuh rahmat ini Insya Allah yang benar akan kelihatan karena itulah janjiNya.

Darrr, Menjelang Ramadhan, Astaghfirullah..

Blarr

Lagi dan lagi bom meledak di negeri ini. Kita semua terhenyak mendengar dan melihat berita Bom dI Terminal Kampung Melayu Jakarta. Dan sekali lagi kekerasan mengatasnamakan agama kembali terjadi entah siapa yang bertanggung jawab dan berada dibalik itu semua.

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Harusnya kedamaian ketenangan hendaknya kita ciptakan untuk menyambut bulan suci tersebut. Sebagaimana kita tahu,  MUI sudah menetapkan dalam fatwa Nomor 3 Tahun 2014 bahwa terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara, bahaya terhadap keamanan, perdamaian dunia serta merugikan kesejahteraan masyarakat. Perbuatan terorisme adalah haram hukumnya. 

Kejadian yang di duga Bom bunuh diri ini setidaknya semakin mencoreng negara kita karen akan diidentikan dengan teror. Harusnya kita semua memahami kondisi sosial negara kita. Kita adalah negara yang berbhineka Tunggal Ika. Perbedaan dan ketidakseragaman adalah keniscayaan. Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada setiap penganjur kekerasan, tolong hentikan cara cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Indonesia dulu dikenal sebagai negara yang tolerir dan menghargai perbedaan. Semua unsur perbedaan ada di dalamnya. Kita berbeda, Suku, Agama, Ras, dan Golongan namun kedamaian itu tercipta dan membuat semua bangsa segan dan mengagumi kita. Kini konflik seolah gampang terjadi dan seringkali itu dikaitkan dengan persoalan keyakinan.

Semoga kita semua menyadari apapun Agama kita bila itu menganjurkan agresifitas tentunya ada yang salah dengan cara kita memahami gama yang kita anut. Agama adalah Rahmatan lil Alamin, bagi kita umat Islam. Harusnya apa yang kita pegang bisa memberikan kedamaian bagi orangorang di sekitar kita.

Kita harus selalu mawas diri terhadap fitnah fitnah yang memancing emosi kita. Bulan Ramadhan semoga bisa lebih menajamkan hati kita untuk lebih awas. Kita umat Islam, yang mayoritas di negeri ini, tentunya tak perlu melakukan kekerasan untuk sekedar mencapai tujuan tertentu di negeri ini.

Bukankah kita dianjurkan untuk berdakwah dengan ucapan yang lemah lembut dan  santun?   

Arsip dan Kebangkitan Nasional

Tanggal 18 Mei kemarin adalah Hari Arsip. Penetapan tanggal ini sebagai Hari Arsip  bertepatan dengan ditetapkannya Undang Undang no 7  tahun 1971 tentang Pokok pokok Kearsipan tanggal 18 mei. Sebagian dari kita mungkin masih kurang tahu tentang peringatan hari Arsip ini. Tema Hari arsip tahun ini sebagaimana yang dicanangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia adalah “Tertib Arsip Cermin Budaya Bangsa”.

Kaitan antara tertib arsip dengan Kebangkitan Nasional adalah bagaimana kita membuktikan pencapaian pencapaian yang telah dilakukan oleh negara kita. Bukankah semua yang bisa kita sajikan kepada anak cucu kita semua diperoleh berkat adanya arsip yang ada.

Arsip sebagai memori kolektif bangsa  

Memori dalam benak kita adalah kenangan masa lalu (sejarah) yang selalu akan dipakai untuk menghadapi persoalan maupun untuk sarana pengambilan keputusan di masa yang akan datang. Ada anggapan bahwa orang yang tidak bisa mengambil pelajaran dari masa lalu berarti hidupnya tak lebih hanya makan dan tidur . Bahkan ungkapan proklamator kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno yaitu yang terkenal dengan istilah Jasmerah ” jangan sekali-kali melupakan sejarah” masih sering dikutip oleh para cendekiawan untuk mengingatkan pentingnya penghargaan terhadap sejarah agar kita bisa meneladani jejak langkah pendahulu kita.

Bahkan saat ini United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) , organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak dibidang Pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan sudah mencanangkan proyek pengamanan Warisan Dokumentasi Dunia yang yang dicanangkan dalam program MEMORY OF THE WORLD. Dalam pandangan Unesco memori dunia adalah dokumentasi yang tersimpan di perpustakaan, kearsipan, dan museum di seluruh dunia. Dan itu merupakan warisan dunia yang harus dilindungi keberadaannya.

Kearsipan sebagai salah satu dari tiga institusi penting dalam menjaga warisan memori dunia tersebut keberadaannya menjadi strategis dalam menyediakan informasi mengenai sejarah perjalanan bangsa bagi warganya. Mengapa demikian, karena lembaga kearsipan menyimpan semua rekaman perjalanan sebuah bangsa sehingga memudahkan orang untuk mengingat kembali masa lalunya karena kalau hanya mengandalkan ingatan personal saja banyak keterbatasannya. Dengan tersimpan di lembaga kearsipan tersebut maka memori tersebut menjadi memori kolektif yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Dan ingatan kolektif adalah cikal bakal kebersamaan dalam rasa memiliki akan sebuah bangsa.

Menjaga Memori Kolektif adalah Bukti Cinta Terhadap Negara

Berkaitan dengan rasa cinta kita pada negara kita, tentunya perasaan tersebut bisa kita tumbuhkan dengan menyajikan jejak jejak perjalanan bangsa yang terkumpul dalam arsip. Dengan mengetahui khasanah yang terekam dalam arsip menjadikan rasa bangga kita sebagai warga negara Indonesia tumbuh dan berkembang karena melihat perjuangan para founding father (pendiri bangsa) dalam mewujudkan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat yang ternyata begitu penuh liku dan tantangan yang tidak ringan.

Sebagai wujud kecintaan warga negara terhadap bangsa dan negaranya adalah dengan menghargai, merawat, dan meneladani jejak langkah perjalanan bangsa melalui kiprah para pendiri bangsa tersebut. Masihkah kita sebagai warga negara menanggung resiko dari keteledoran maupun pengabaian kita terhadap arsip negara kita?

Kewajiban kita sebagai bangsa dan negara untuk menjaga setiap rekaman peristiwa mutlak menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengharapkan pemerintah untuk itu, mengingat kita sebagai negara kepulauan tentunya aktifitas lokal lebih bisa diandalkan untuk menjaga dan merawat rekaman aktivitas warga negara di wilayah masing-masing. Selain itu, kegiatan tersebut adalah wujud kecintaan dan tanggung jawab kita pada bangsa dan negara kita dengan terlibat dalam mengelola, menyimpan, dan menyajikan setiap kegiatan kita dalam rangka pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Menciptakan kecintaan masyarakat kepada negaranya tentunya perlu memaksimalkan peranan lembaga kearsipan baik tingkat Pusat, tingkat provinsi, maupun tingkat kabupaten agar masyarakat atau warga negara bisa mengakses sejarah perjalanan bangsanya baik yang bernuansa lokal maupun nasional sehingga bisa menjadi memori kolektif yang menumbuhkan kebanggaan yang berakibat pada kecintaan warga negara sebagai bagian dari wilayah NKRI.

Di samping itu, keterlibatan personal setiap warga negara agar lebih peduli terhadap arsip merupakan ujung tombak utama karena mereka adalah pelaku utama dalam beraktivitas bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di lapangan yang tentunya harus lebih peduli akan informasi yang dikuasainya. Dengan semakin meningkatnya kepedulian terhadap arsip ini, seseorang sebagai warga negara juga telah ikut menjaga bukti bukti perjalanan sebuah bangsa dan negara karena itu adalah contoh kecil dari rasa cintanya pada negerinya.

 

Kebangkitan Nasional 20 Mei kita harapkan bisa menjadi tonggak kita untuk memaksimalkan kembali peranan arsip dalam mengamankan bukti bukti hasil penyelenggaraan pemerintahan. Arsip adalah bukti otentik kegiatan baik dan buruk karena tercatat secara kontekstual.