Mat Klobot Alumni Ciran Tulen

Berbicara tentang sekolah, Desa Paciran termasuk desa dengan katagori desa pendidikan. Meski lokasinya di Pantura, Sejak tahun tahun awal kemerdekaan di sana sudah ada lembaga pendidikan. Bahkan kini, semua tingkat pendidikan dari Playgroup hingga Perguruan tinggi ada.

Nah, Mat Klobot termasuk produk asli pendidikan desanya. Dari mulai TK hingga kuliah ia peroleh melalui lembaga pendidikan di desanya. Ia tergolong Wong Ciran tuwuk. Asli produk ciran dewe, makane kadang kadang yo ono mletene.

Di tengah obrolan di warung rakyat, yang dikelola Mas Mundhu ketua Karang Taruna desanya, ia menceritakan riwayat pendidikannya pada temanya Sik Dul. Wong Ciran selalu memberi sandang Sik di depan nama orang, misalnya, Sik da, Sik Nur, Sik Min, Sik Dar dll.

“Dul, saiki Sik Taipur itu di mana kabarnya?” tanyanya pada Sik Dul yang sedang ngopi di warung rakyat sore itu.

“Iku konco sekolah kawit cilik, puintere rapakat, cah iku,” ia melanjutkan.

Taipur adalah salah satu warga desa kami yang kini jadi Dosen di Jakarta. Ia terkenal ahli nahwu shorof ilmu yang melegenda di desa kami.

Hampir semua orang luar desa kami mengagumi kemampuan ilmu alat bahasa arab itu. Bahkan di Pondok gontor orang orang desa kami merajai untuk ilmu yang satu itu.

“Kabare saiki golek Master nang Arab, Mat. Mbuh Mekah mbuh Madinah gak pasti,” jawab sik Dul.

“Koncomu kabeh dadi wong, kon kok klumbrak klumbruk ngono Mbot…klobot, piye ngunuku.”

“Ha ha ha nyantai, Nda…kabeh sing sukses sukses iku pas isih sekolah nyontoh aku, lho….,” ia tak mau kalah.

“Kon gak percaya tho kalau pas PGA aku iki juara kelas lho…, tapi wong pinter iku akeh tapi nasibe beda beda. Kudu ngerti ilmu iso ditiru tapi garis tangan seje seje,” Mat Klobot meyakinkan Sik Dul.

Ya di tahun 60an 70an di Paciran ada PGA setingkat smp atau Mts yang muridnya banyak dari luar desa. Alumninya banyak yang mewarnai pendidikan di Lamongan juga Jawa Timur, bahkan Indonesia mungkin.

Di antara alumninya itu ada yang jadi rektor IAIN, Kyai Pesantren, kalau sekedar juru dakwah mungkin dari sabang sampai merauke. Di tahun ketika pak M. Natsir jadi ketua Dewan Dakwah pemuda desa kami banyak yang keluar pulau jadi Da`i.

Kalau jadi pengasuh pondok juga banyak, mulai ujung wetan jawa sampai ujung kulon mungkin.

Mat klobot nylethuk lagi kepadaku yang kebetulan nyimak terus obrolan mereka, “Kalau untuk urusan ahli ahli wong Ciran akeh sing duwe, Ahli ilmu Falak, Jawa Timur adalah wong Ciran, Alm Kyai Salamun. Ada lagi Ahli ilmu Al quran, Alm. Kyai Abdurrahman Syamsuri, beliau ini juri MTQ Nasional tiap tahun. Ada juga juga Kyai yang suka menulis, yaitu Kyai Husein Syarqowi, salah satu bukunya Uluk Salam. Ia banyak mengajarkan ilmu Tarekat. Juga ada pak Munip Musthofa ahli ilmu nahwu shorof yang muridnya ribuan.

Dan masih ada juga Kyai Ridwan Syarqowi, saudara Kyai Husein yang termasuk pelopor pendidikan madrasah di Paciran.”

Aku kaget juga mendengar cerita Mat Klobot, dan bangga juga Ternyata Wong Ciran iku pelopor literasi sejak dulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s