Mat Klobot; Ciran Dan Kehebatan Warganya

Saat itu saya ngopi di warungnya mas Doyok. Disebut begitu karena kurus badannya, mungkin. Sepertinya keberuntunganku lagi on kok ndilalah…ketemu orang paling nggedabrus se Paciran siapa lagi kalau bukan Mat Klobot.

Sambil duduk mencangkung tak lupa ada rokok di selipkan di telinganya. Ia bercerita sambil menyeruput kopi, ia biasa minum tanpa kopi gula, kusapa sambil menawarkan korek api.

“Korek ta… kok rokoke diselipno ae…nang kuping, mambu dem lho,” tanyaku.

“Engko sik gek tas ae nyedot,” jawabnya sambil melanjutkan ceritanya.

“Sebenarnya desa kita ini tidak ndeso ndeso amat, lho Har…jal pok pikir..”

“maksudnya gimana wong deso kok gak ndeso,”

“Tahun 80 an desa kita ini sudah ada warganya yang keluar negeri.”

“Mergawe, tho?”

“Lho..lho..ojo ngawur, kon, Kuliah bro…” Mat Klobot melanjutkan sambil membanggakan salah satu Wong Ciran yang pernah kuliah di Amerika.

Ya aku ingat pada tahun 80 an ada salah satu warga desaku yang kuliah di Amerika. Kalau nggak salah ia anak penjual gulai kambing yang terkenal uwenak.

“Har, Jahar kowe ngandel opo ora, wong ciran iku nik wes metu teko desane mesti dadi wong nduwuran,” Klobot melanjutkan kisahnya sambil meminjam korek padaku.

“Wong Desomu iki akeh sing dadi wong nik njobo. Ono dadi rektor, kyai, dosen, pengusaha gedhe nang Jakarta, barang.”

Memang ada salah satu warga desaku yang punya outlet di mall mall Jakarta. Ia memang keturunan orang kaya di desa kami, bahkan dengar dengar salah satu kapolda di negeri ini adalah menantunya, lho….hebat tho.

Bab kuliah ke luar negeri, Wong Ciran itu menurut Mat Klobot jaman dulu sudah lazim kalau kuliah ke Timur Tengah. “Sak arat arat wong duwe titel L.C. iku ning kene,” ujar Mat Klobot suatu ketika.

Kalau masalah kreatif desaku ini memang lakone. awal 80an sudah kenal orkesan dan kemampuan bermusiknya pun sungguhan. Bahkan ada yang sempat mau diajak Soneta segala.

“itu saja dulu, nanti tak sambung lagi,” tiba tiba ia memutus ceritanya katanya punya janji.

Saya tahu itu hanya akal akalan saja supaya terlihat sibuk. Si Klobot ini pemalas tapi banyak temannya ya karena pinter bercerita dan meyakinkan.

“Kopine? melu aku ta?”

“Yo, bayarono sik….”

“Hemmmmm…..”

Dasar bot….klobot. Aku hanya tersenyum dalam hati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s